May 13, 2011

Kilas “Bolak” Balik Pendidikan di Bengkulu Selatan, (Pendidikan Luar Binasa)

Jika boleh di ibaratkan, Bengkulu Selatan ibarat Afganistan versus  Israel atau lebih detail Obama versus Osama..  Kita tidak tahu siapa sebenarnya teroris. Yang pasti osama sudah pergi dan tentu tak akan pernah kembali. Terlepas dari itu, untuk mendapatkan seorang pemimpin di Bengkulu Selatan memerlukan perjalanan yang panjang (2008-2010), namun tetap akhirnya pemimpin harus ditentukan.
Pertanyaannya mengapa SAMPAI DEMIKIAN? ….(tidak perlu dijawab). Ini pendidikan yang luar biasa bagi kita masyarakat Bengkulu Selatan, bahwa untuk studi kasus ini sudah sangat jelas tidak ada yang namanya pilkada putaran ketiga tetapi khusus di Bengkulu Selatan terjadi Pilkada Ulang Putaran Kedua karena telah terjadi kesalahan administrasi.
Perlu digarisbawahi “PILKADA ULANG” siapa yang menang  ya tentu yang nilainya paling besar karena ini sudah Putaran II/Putaran Terakhir, tetapi lagi-lagi karena ..mohon  maaf sebelumnya “kurangnya informasi” dan bahkan ditambah banyaknya kepentingan lain semakin runyam lah urusannya.
Dari kasus diatas kita belajar bagaimana hikmah dari “ketidaktahuan” kita tentang sesuatu, oleh karenanya adalah sangat pantas jika kita tidak cepat-cepat memberikan bentuk terhadap sesuatu yang tidak begitu jelas kita ketahui… ya seperti dua orang yang dimintai deskripsinya mengenai seekor gajah. Orang pertama mengatakan bahwa gajah itu kecil karena kebetulan yang dipegangnya adalah ekornya, dan yang satu lagi mengatakan sebaliknya.
Selesai mengenai Pilkada, kini di Bengkulu Selatan dihadapkan pada kasus PANSUS, oh maaf maksud saya kasus CPNS dan Aset Daerah. Sudah cukup banyak Antriannya, CPNS 2010 – PraJabatan 2009 – Database 2010 – CPNS 2011. Disatu sisi, DPRD minta agar  pembangunan di Bengkulu Selatan dipercepat, “katanya: masa masih ada anggaran yang belum ketuk palu” (ya yang ada ketuk pilu pak).  Ironis sekali, yang satu minta cepat tapi malah diperlambat … yang satu minta hemat e yang satu minta jatah… e salah minta segera diselesaikan kasus Aset Daerah.
Nah, ini satu lagi PENDIDIKAN buat kita mumpung belum selesai kasus ini, Mesin CPO Mini (kisaran harga Rp. 50 jt) merupakan bantuan pusat untuk Bengkulu Selatan di zaman pemerintahan sebelumnya. Yang perlu diperhatikan disini mengapa harus kasus ini yang naik kepermukaan, masih banyak kasus yang lebih layak diperjuangkan wakil rakyat. bukankah Mesin Itu Aset Pusat bukan Aset Daerah, Bukankah harga mesin tersebut lebih murah dibanding menelusuri kasus ini? Wah ini pemborosan… wah ada apa dibalik apa ada nih..! untungnya mesin tersebut sekaran sudah berada di polres Bengkulu Selatan.. nah biarkan yang berkompeten mengurusnya (memang sedari awal harusnya).
Dari uraian diatas ada banyak hal yang bisa kita renungkan, tentu hikmahnya adalah bahwa “Menerima kekalahan itu sulit tetapi harus” dan “tidak ada  kerjasama dan kepercayaan akan menghasilkan ketidaknyamanan”.

Ada pendapat lain? mohon komentarnya ...

4 comments:

  1. bisa aja lu . .. ha ha

    ReplyDelete
  2. OBAMA >>> nya tu teroris. wkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete
  3. itulah bengkulu selatan coy

    ReplyDelete